Suka, Tapi Sia-Sia

Harta dunia merupakan salah satu hal yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Harta dunia bisa berupa uang, properti, atau barang-barang material lainnya yang kita miliki. Namun, jangan sampai kita terlalu mencintai harta dunia, sebab hal ini bisa membawa keburukan bagi kita.

Pertama, jika kita terlalu mencintai harta dunia, kita akan terus memikirkan cara untuk mendapatkan lebih banyak harta. Kita akan terus berusaha mencari peluang untuk menambah harta, tanpa memperhatikan apakah hal tersebut halal atau haram. Hal ini bisa membawa kepada keinginan yang tidak terbatas, yang pada akhirnya bisa membuat kita jatuh ke dalam jurang kemaksiatan.

Kedua, jika kita terlalu mencintai harta dunia, kita akan menjadi sangat egois. Kita akan terus berfikir hanya untuk kepentingan diri sendiri, tanpa memperdulikan orang lain. Kita mungkin akan merasa tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain, asalkan kebutuhan kita sendiri terpenuhi. Hal ini bisa merusak hubungan kita dengan orang lain, karena kita tidak lagi memperlakukan mereka dengan baik.

Ketiga, jika kita terlalu mencintai harta dunia, kita akan lupa akan kewajiban kita sebagai umat muslim. Kita mungkin akan lupa akan kewajiban kita untuk membayar zakat, atau memperhatikan orang yang membutuhkan. Kita mungkin akan lebih memilih untuk mengeluarkan uang kita untuk keperluan pribadi, daripada membantu orang lain yang membutuhkan.

Oleh karena itu, jangan sampai kita terlalu mencintai harta dunia. Ingatlah bahwa harta dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah kekal. Kita harus bisa mengelola harta dunia dengan bijak, sehingga kita bisa menikmatinya di dunia, namun juga mempersiapkan diri kita untuk akhirat yang kekal.

Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 46 yang berbunyi “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi : 46)

Jadi, kita harus tetap berhati-hati dalam mencintai, jangan sampai cinta kita terhadap apa yang kita miliki di dunia, melupakan cinta kita kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Lahab ayat 2, “Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan”. Ayat tersebut mengingatkan kepada kita tentang Abu Lahab yang begitu mencintai hartanya di dunia sedangkan harta tersebut telah menjadi tidak berguna baginya.

Tidak ada yang salah dalam mencintai, yang salah adalah apa yang kita cintai dan bagaimana cara kita mencintainya. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + seventeen =