Hafshah binti Sirin rahimahallah berkata, "Wahai para pemuda, ambillah kesempatan kalian untuk beramal dalam keadaan kalian masih muda. Karena tidaklah aku memandang amalan (yang lebih kuat), kecuali di masa muda." (Shifatus Shafwah, 2/241)
Darah muda, darahnya para remaja Yang selalu merasa gagah Tak pernah mau mengalah Masa muda, masa yang berapi-api Yang maunya menang sendiri Walau salah tak peduli
Itulah sedikit penggalan lirik lagu ciptaan Raja Dangdut H. Rhoma Irama yang dalam lagu bertajuk ‘Darah Muda’ tersebut menceritakan tentang bagaimana anak-anak di masa muda mereka. Usia muda, memang usia yang paling berharga dalam hidup kita, saat usia itulah kita memiliki waktu dan energi yang cukup untuk melakukan banyak hal.
Bung Karno, dalam salah satu kutipannya yang melegenda mengatakan bahwa dengan sepuluh anak muda, beliau bisa mengguncangkan dunia. Dengan semangat dan jiwa muda yang berapi-api, begitu istemewanya masa-masa muda.
Sayangnya, masih banyak diantara kita yang menyia-nyiakan masa mudanya. Ada sebuah anekdot yang berbunyi “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Sungguh suatu alur kehidupan yang sangat diimpikan semua orang. Tapi apakah mungkin, jika saat muda kita habiskan dengan foya-foya tanpa amal ibadah, lalu saat mati kita akan masuk surga?
Terkadang, saat masih muda kita lupa bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Kita merasa bahwa waktu kita di dunia masih panjang dan sayang jika tidak dimanfaatkan dengan bersenang-senang. Kita tidak sadar bahwa kematian bisa datang kapan saja, bahkan saat kita masih muda.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menasehati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaitu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundaknya lalu bersabda, “Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari)
Negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah dunia dan negeri tujuannya adalah akhirat. Jadi, hadits ini mengingatkan kita dengan kematian sehingga kita jangan berpanjang angan-angan. Hadits ini juga mengingatkan kita supaya mempersiapkan diri untuk negeri akhirat dengan amal sholeh.
Anjuran untuk memanfaatkan masa muda juga dalam salah satu sabda Rasulullah yang berbunyi, “Manfaatkan lima perkara, sebelum lima perkara; waktu mudamu, sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu, sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu, sebelum datang waktu kefakiranmu, masa luangmu, sebelum datang waktu sibukmu, hidupmu, sebelum datang waktu kematianmu.” (HR. Al-Hakim)
Artinya, kita harus banyak melakukan amal dan ketaatan selagi jiwa dan raga kita masih dalam kondisi yang mampu dan kuat, yaitu waktu muda sebelum kita sudah tua renta dan kondisi fisik yang lemah. Jadi, usia muda adalah masa fit (semangat) untuk beramal. Oleh karena itu, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam.

